Sintesis (S)-3-asetil-4-isopropil-5,5-difenil-oxazolidin-2-on: Senyawa Auxiliari
Efektif untuk Reaksi Aldol yang Stereoselektif
Efektif untuk Reaksi Aldol yang Stereoselektif
Oxazolidinon
merupakan senyawa Evan-Auxiliar yang banyak digunakan sebagai pengarah dalam
reaksi aldol. Salah satu senyawa oxazolidinon yang efektif digunakan sebagai
senyawa auxiliar adalah (S)-3asetil-4-isopropil-5,5-difenil-oxazolidin-2-on.
Senyawa auxiliar ini sangat efektif digunakan dalam pembuatan senyawa (R)-4-(1’,1’-dimetilallil)-2,2dimetil-[1,3]dioxin,
yang merupakan senyawa prekursor dalam sintesis total senyawa epotilon. Senyawa
Evan-auxiliar (S)-3-asetil-4-isopropil-5,5-difeniloxazolidin-2-on dibuat
dalam tiga tahapan, yaitu: (1) pembentukan (S)-2amino-3-metil-1,1-difenibutan-1-ol,
(2) pembentukan (S)-4-isopropil-5,5difenil-oxazolidin-2-on, dan (3)
pembentukan (S)-3-asetil-4-isopropil-5,5difenil-oxazolidin-2-on. Sebagai
bahan baku dalam sintesis Evan-auxiliar ini adalah L-valin.
Evan-Auxiliar, (S)-3-asetil-4-isopropil-5,5-difeniloxazolidin-2-on telah
terbukti efektifitasnya seperti yang diperlihatkan pada reaksi aldolnya dengan
senyawa aldehid 2,2-dimetil-3-butenal dan dalam kaitannya dengan sintesis
Ethylketon, R-2-(2,2-dimetil-[1,3]dioxin-4-yl ]
-2metilpentan-3-on.
SINTESIS (S)-3-ASETIL-4-ISOPRO-PIL-5,5-DIFENIL-OXAZOLI-DIN-2ON
SINTESIS (S)-3-ASETIL-4-ISOPRO-PIL-5,5-DIFENIL-OXAZOLI-DIN-2ON
Senyawa ini dibuat dalam tiga tahapan, yaitu:
1) pembentukan
(S)-2amino-3-metil-1,1-difenibutan-1-ol,
2) pembentukan
(S)-4-isopropil-5,5-difenil-oxazolidin-2-on, dan
3) pembentukan
(S)-3-asetil-4-isopropil-5,5difenil-oxazolidin-2-on
Tahap 3
Tahap
diatas terjadi pengubahan oxazolidinon membentuk asetiloxazolidinon yang
dilakukan dengan mereaksikan oxazolidinon dan asetil-khlorida pada suhu 0°C. Asetil klorida sebagai
nukleofil (atom C bermuatan parsial positif) akan diikat oleh gugus N yang
bermuatan parsial negatif, dan atom Cl yang bermuatan parsial negatif akan
mengikat atom H yang terikat pada N membentuk HCl sebagai hasil samping dari
reaksi.
Pada
tahap ini merupakan suatu reaksi reduksi hekseniloxazolidinon, dimana digunakan
LAH untuk mereduksi gugus O menjadi gugus OH dengan pelarut Et2O.
Pada
tahap 7 terjadi suatu reaksi proteksi gugus visinal diol. Dalam mekanismenya
senyawa diol dioksidasi terlebih dahulu menggunakan CuSO4 dengan
p-TsOH/Py sebagai katalis dimana gugus OH dioksidasi menjadi menjadi gugus O.
Lalu direaksikan lebih lanjut dengan aseton, dalam hal ini kedua atom O yang
bermuatan negatif akan menyerang atom C bermuatan parsial positif dari dua arah
sehingga kelebihan muatan menyebabkan ikatan rangkap terputus dan atom O
terlepas, maka akhirnya atom C akan terikat pada O dan terbentuklah suatu ketal
(yang berwarna merah) yang merupakan gugus pelindung.
Tahap 9
Pada tahap 9 terjadi reaksi grignard pada suatu senyawa aldehid yang telah diproteksi dengan gugus ketal pada tahap 6. Senyawa aldehid tersebut bereaksi dengan reagen Grignard EtMbBR pada suhu 0°C sehingga membentuk dua diastereoisomer alkohol.
Tahap 9
Pada tahap 9 terjadi reaksi grignard pada suatu senyawa aldehid yang telah diproteksi dengan gugus ketal pada tahap 6. Senyawa aldehid tersebut bereaksi dengan reagen Grignard EtMbBR pada suhu 0°C sehingga membentuk dua diastereoisomer alkohol.
Untuk membentuk dua diastereoisomer alkohol mekanisme reaksi yang terjadi adalah atom C
pada EtMgBr yang bermuatan parsial negatif (sebagai nukleofil) menyerang atom C
pada senyawa aldehid yang bermuatan positif. Mekanisme reaksi tersebut
menyebabkan terjadinya suatu reaksi adisi pada ikatan rangkap dan o menjadi
bermuatan negative. Sehingga EtMgBr terikat pada senyawa aldehid (namun
sementara). Selanjutnya untuk melepaskan MgBr dapat dilakukan reaksi hidrolisis
yaitu dengan H2O dalam suasana asam dimana O yang bermuatan negative
akan mengikat atom H pada H2O sehingga membentuk dua diastereoisomer alkohol sedangkan MgBr yang lepas terbentuk sebagai
produk samping Mg(OH)Br.
Tahap
diatas merupakan tahap akhir untuk membentuk senyawa (R)-etilketon.
Senyawa alcohol yang merupakan hasil dari reaksi tahap 9 dioksidasi dengan
TPAP/NMO untuk mengoksidasi gugus OH menjadi gugus O, dimana TPAP adalah
tetraprophyl ammonium perrutenate sedangkan NMO adalah N-methyl morpholine
N-oxide. Struktur dari kedua oksidator tersebut dapat dilihat pada gambar
diatas.
Tolong bantuin tugas saya dong kaakk, susah bgtt
BalasHapus