Apa itu Mitomycin ?
Mitomycin C (MMC) adalah agen kemoterapi
yang umum yang menghambat pertumbuhan sel. Ia juga dikenal untuk mengurangi
proliferasi fibroblast, sebuah elemen penting dalam pengembangan jaringan
parut. Jika fibroblast terlalu banyak dihasilkan, keloid bekas luka hipertrofik
diproduksi.
Mitomycin biasanya digunakan bersamaan
dengan obat lain untuk mengobati berbagai jenis kanker (seperti kanker lambung
/ kanker pankreas). Mitomycin bekerja memperlambat atau menghentikan
pertumbuhan sel-sel kanker.
Beberapa
struktur mitomycin
Bagaimana mekanisme reaksi sintesis
mitomycin ?
Berikut ini merupakan tahapan-tahapan
pada sintesis mitomycin.
Pada mekanisme reaksi di atas, dalam
masing-masing tahapan terjadi beberapa proses reaksi yaitu sebagai beikut.
Step 1
Pada tahap ini adanya katalis asam
(aseptor) dikloro metoksi metana atau TiCl2 menyebabkan O menjadi
rangkap dan akan mendesak metil untuk lepas sehingga terbentuk aldehid. Gugus
metoksi pada senyawa orto-diklorotoluena merupakan pengarah orto-para sehingga
substituen dikloro metoksi metana tersubstitusi orto.
Step 2
Pada tahap
ini terdapat reagen mCPBA (meta Cloro Peroksi Benzoat Acid), dimana reagen ini
mudah menjadi radikal, sehingga
menyebabkan senyawa yang berikatan menjadi radikal pula.
mCPBA (meta
Cloro Peroksi Benzoat Acid) berubah menjadi radikal
Selanjutnya
radikal-radikal tersebut akan bereaksi membentuk gugus karbonat.
Step 3
Pada tahap ini terjadi 3 step
:
1.
Reagen NaOMe yang
mengkationisasi gugus karbonat
2.
Rreagen MeOH yang
menghasilkan senyawa ester
3. Air untuk
menghidrolisis ester dan menghasilkan gugus hidroksi atau senyawa
orto-dimetoksi meta-hidroksi toluene.
Step 4
Dalam tahap ini
dengan menggunakan pelarut aseton terjadi reaksi substitusi elektrofilik dari
3-bromo-1-propena, H yang terikat pada O akan berikatan dengan Br- sehingga
propena akan tersubstitusi pada O.
Step 5
Tahapan ini berlangsung
2 step yaitu :
Pertama, terjadi delokalisasi membentuk keton
Kedua, terjadi reaksi reduksi menghasilkan senyawa
2,6-dimetoksi-3-hidroksi-4-alil-toluena.
Step 6
Step 7
Pada tahap ini Zn sebagai
reduktor akan mereduksi O menjadi OH dengan asam asetat sebagai pelarut.
Step 8
Pada step 8, BnBr
digunakan sebagai gugus pelindung, K2CO3 sebagai katalis
dan DME/DMF sebagai pelarut
Step 9
Pada
tahap ini terjadi pembentukan epoksida dari dioksan.
Step 10
Pada tahap akhir, cincin epoksida akan membuka dan
disubstitusi olen CH3CN dan menyebabkan O kekurangan elektron,
ditambahkan CrO3- sehingga menghasilkan gugus keton.
Pembentukan Cincin
Medium
Mekanisme Pembentukan Cincin Medium
Step 1 : Terjadi reaksi substitusi – OMe dalam
suasana asam
Step 2 : LAH sebagai reduktor akan mereduksi CN
menjadi NH2
Step 3 : Gugus pelindung Bn dihilangkan dengan
menggunakan katalis Pd, Karbon untuk menyerap air dan methanol mengubah suasan
menjadi asam (mengasamkan).
Step 4 dan 5 : mengoksidasi senyawa yang telah didapat
dan menggunakan metanol sebagai pelarut.
Sumber :
https://hellosehat.com/drug/mitomycin/